RSS

Refreshing ke Pantai Klayar

31 Mar

hmmm…. Liburan setelah UTS, paling enak ya refreshing ke Pantai…

Setelah pilih-pilih dan searching di berbagai situs dan mbah google, dengan pertimbangan lokasi yang tidak terlalu jauh dari kota kami, akhirnya kami putuskan ke Pacitan, Jawa Timur, yaitu ke Kandang rumahnya teman SMA kami yang pindah ke pacitan


Oke, kami berangkat dari Madiun Jam 08.00 pagi waktu setempat (waktu ponsel kami). Kami berangkat ke Kota 1001 goa tersebut bersama teman-teman sekolah kami. Kilometer demi kilometer kami lalui dengan barisan yang amburadul + ketir-ketir takut ada operasi SIM (lebay mode on). Setelah sampai di Ponorogo, kami langsung gas menuju arah Pacitan. Jalan sepi, motor yang mumpuni, dan RC yang rada 4L4Y / yak-yak’an (ojo ditiru) membuat kami bernafsu inisiatif untuk menggeber motor kami sekencang-kencangnya. Otomatis, teman-teman kami yang bukan dari kalangan biker keteteran bro. heheheheheheh…:mrgreen:

Setelah sampai di Jalan Ponorogo-Pacitan,kami terpana oleh jalanan yang menganga yang seakan ingin menyantap Velg + Shockbreaker. Alhasil, kami pun jalan dengan kecepatan rata-rata 50 kpj saja, tidak lebih. Setelah 3 jam riding non-stop kami pun tiba di perbatasan Kota Pacitan.

Istirahat sambil calling teman setelah 3 jam riding non stop

Setelah sampai di perbatasan kami berhenti untuk istirahat sebentar sambil calling teman kami yang sebelumnya sudah kami konfirmasi.

Setelah kami calling tapi sayang tidak di angkat oleh teman kami (hadeeehhhhhh). Akhirnya kami pun nekat mencari rumahnya dengan jurus ingat-ingat jalan xixixixixixi:mrgreen:

Setelah mencari rumahnya dengan jurus lupa-lupa ingat kamipun akhirnya sampai ke rumahnya yang kebetulan berada di jalur evakuasi tsunami xixixixixixi…:mrgreen:  :lol:

Setelah sampai di rumah Tedjo (teman kami), secara naluriah kami langsung merebahkan diri masing-masing tanpa mempedulikan dimana kami merebahkan diri meskipun itu di lokalisasi rumah teman kami. Well, teman kami langsung menawarkan beberapa air minuman dalam gelas. Alhamdulillah, sesuatu banget..:mrgreen:
Sambil istirahat, teman kami menawarkan beberapa opsi tempat yang akan kami tuju seperti, Pantai Teleng, Pantai Liar (yang tidak memiliki nama), Pantai Klayar, Goa Gong, Goa Tabuhan, dll. Pada saat kami masih “eyel-eyelan” perkara tempat yang kami tuju nanti, tiba-tiba kami kedatangan temannya Tedjo yang kebetulan juga Biker dari Pacitan. Kami pun sempat canggung dan minder, padahal beliau juga biasa saja. Dari jaketnya yang berwarna orange, kami bisa menebak bahwa beliau merupakan anggota dari Club salah satu montor Yamaha.


Well, kami pun akhirnya pasrah saja pada tuan rumah. Setelah melalui pertimbangan yang cukup memakan waktu dan pikiran yang banyak, kami memilih yang sejalur sajalah yaitu Pantai Klayar dan Goa Tabuhan. Itung-itung hemat bensin😀
Tancap kunci, gas (nggak usah pol) masbro!

Di sepanjang jalan, kami menikmati pemandangan khas Pacitan (kalo nggak hutan,ya pantai) jossss. Jalannya pun juga sangat mendukung untuk pariwisata, namun ada jalan yang itungannya ancur banget meskipun cuman beberapa meter panjangnya dan jarang-jarang (gak banyak). Setelah beberapa menit riding santai, entah mengapa nggak ada hujan, nggak ada angin tiba-tiba kami dikejutkan oleh kecelakaan tunggal yang dialami oleh Pandu (teman kami dari Madiun) karena salah teknik ketika cornering. Secara reflek, kami menghentikan rombongan untuk sementara. Sebagian dari kami mengatur lalu lintas secara darurat dan sebagian lagi menolong korban #wush.
Alhamdulillah, mereka (rider dan motornya) baik baik saja. Namun footstepnya bengkong sedikit dan tidak bisa untuk mengoper gigi.
Setelah berganti formasi dikit, kami mencari bengkel yang berada di depan. Untungnya di depan ada bengkel yang tetap buka meskipun hari Minggu. Wew, gak sampai 10 menit motornya udah bener masbro. Akhirnya setelah bayar, kami gas lagi ke TKP. Dan, setelah sampai di tujuan pertama kami, yaitu Goa Tabuhan kami sedikit lega karena sudah sampai dalam keadaan sehat. Namun, kerena melihat kondisi ditempat entah kenapa kami langsung memutuskan untuk langsung ke Klayar saja. Tanpa  membayar restribusi parkir, kami langsung cabut (padahaludah markir). Di perjalanan ke Pantai Klayar kami sempat kaget karena jalannya masbro, JIAN SUSAH DITEBAK. Maksudnya opo sih? Gini, misalnya saja kita melalui tanjakan curam, tiba-tiba jalannya menurun dan curam lagi, dan yang kami kira semula belok ke kanan ternyata belok kiri. Begitu juga sebaliknya, hal ini diperparah oleh beberapa alay yang berseliweran kesana kemari dan jalanan yang sempit (namun masih mulus). MANTAB.

Setelah kurang lebih riding 1 jam dengan jalur yang menyerupai jalur roller coaster, akhirnya kami sampai juga di tujuan. Alhamdulillah ya Allah….

Sesampainya disana, kami langsung parkir, dan duduk sejenak. Kenapa kok nggak langsung menikmati pantainya aja??? Jawabnya, pantai jam segitu masih panasnya minta ampun masbro. Jalan-jalan di pantai jam segitu kayak manasik Haji aja. xixixixixxi ^^V


Namun apa boleh buat, kami nikmati saja yang ada disana bagaimanapun kondisinya. Kami jalan jalan di pantai dengan santai saja lah. Namun sangat disayangkan beberapa teman kami ada yang memutuskan untuk istirahat di warung saja.
Setelah poto poto disana, sekitar pukul 14.00 waktu setempat kami balik ke warung tempat teman-teman kami istirahat.

Pesen es degan, makan jajan bentar sambil mendinginkan badan yang hampir menjadi dendeng.

Setelah prepare untuk pulang ke rumah Tedjo, kami langsung cabut dari Pantai Indah tersebut. Bye-bye Pantai Klayar, we’ll meet again someday soon.😀
Entah kenapa, apakah perjalanan ini rada gimana gituu, kok sesuatu terjadi pada Pikson temen ane. Indikator yang orange sempet kelap kelip beberapa kali dan konstan. Woh! Buongko kowe.😀
Well, akhirnya kami mendorong teman kami dengan kaki dan pelan-pelan ke bengkel tadi tempat kami benerin footstep MX-nya si Pandu.

Si Pikson sedang operasi kecil

Setelah cek dan ricek, ternyata si Pikson naas tersebut kehabisan Liquid Cooler yang digunakan untuk radiator. Kenapa bisa terjadi? Karena teman ane buka filter seperti halnya anak alay.
Untung dibengkel tersebut ada Oil Coolant’nya, slamet dah jadinya. Setelah di bongkar dan diisi, akhirnya si Pikson ngacir lagi (wew).

Fuih, akhirnya sampai di rumah Tedjo setelah 1 jam (kurang lebih) riding dari Pantai Klayar. Jam masih menunjukkan pukul 15.30 sore. Kami tiduran bentar setelah melewati hari yang panjang dan menggemparkan tersebut. Oiya, waktu itu kami baru ingat kalau kaki si Pandu rupanya terkilir. Hal ini membuat kami harus mencari tukang pijet terdekat. Untung lagi, Tedjo dan Jumbo (teman Tedjo) tau tukang pijet terdekat dann cukup sakti untuk menyembuhkan kaki si Pandu.
Mijetnya gak lama masbro, stengah jam jadi. Hash, namanya aja touring karet apa ya? Mau pulang ke Madiun ternyata udah keburu maghrib. Well, kami akhirnya memutuskan untuk pulang habis maghrib sajo. Setelah menunggu adzan maghrib dan Sholat Maghrib, berhubung lapar kami langsung ke Angkringan beli nasi sama ngopi sebentar, biar nggak ngantuk coy.

18.30 berangakat dari Pacitan, sampai di Madiun jam 21.30 dengan selamat. Alhamdulillah banget!
Begitulah masbro, pengalaman riding kami ke Pacitan maap kalau bahasanya rada ra jelas

Monggo di tonton sebagian poto yang ada dulu.😀

This slideshow requires JavaScript.

 
3 Comments

Posted by on March 31, 2012 in Jalan Santai

 

3 responses to “Refreshing ke Pantai Klayar

  1. Amama Ali

    March 31, 2012 at 6:44 pm

    besok ganti ke candi sukuh >>>>

     
  2. Vixifixi

    March 31, 2012 at 7:01 pm

    weeeww mantab..

    heh gue bukan member club ya…..
    wkwkwkwkwk aaasssseeemmmbb😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: